BIN Incar Lulusan SMA Unggulan BPPT Al Fattah

Badan Intelejen Negara (BIN) tertarik untuk merekrut lulusan SMA Unggulan BPPT Al Fattah Siman, Lamongan. Ketertarikan lembaga kontra intelejen Indnesia itu, karena deretan prestasi membanggakan para siswa SMA yang dimiliki Ponpes Al-Fattah, Lamongan itu. Pengakuan jujur itu disampaikan oleh Kepala BIN Syamsir Siregar disela-sela perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Al Fattah, Lamongan, Sabtu (7/4). "Kedatangan saya ke Ponpes ini dalam rangka program perekrutan calon intelejen. Saya akan merekrut lulusan SMA Unggulan BPPT Al Fattah ini," katanya sembari tertawa lepas dengan penulis.

Pertimbangan BIN untuk merekrut lulusan SMA BPPT Al Fattah, menurut pria yang senang bicara blak-blakan ini, karena lulusan SMA ini memiliki kualitas yang cukup baik. Buktinya data yang berhasil dimiliki BIN menunjukkan banyak lulusan SMA ini tercatat di berbagai perguruan negeri favorit yang ada di Indonesia. Misalnya, di Universitas Indonesia, IPB Bogor, ITB Bandung, ITS Surabaya, dan UGM Jogjakarta. "Bahkan ada yang mendapat beasiswa bersekolah ke Jerman," ujarnya.

Dalam proses rekruitmen tersebut, para lulusan SMA BPPT Al-Fattah akan digembleng di Sekolah Tinggi Teknologi Intelejen Negara (STTIN). Selama masa pendadaran di sekolah yang dikelola BIN itu, para siswa yang rata-rata berasal dari sekolah unggulan digembleng habis-habisan. Mereka akan diberi wawasan tentang kebangsaan yang matang. Sehingga nantinya saat mereka menjadi personel intelejen, maka mereka menjadi sosok petugas yang matang, mumpuni, memiliki wawasan yang luas, dan seorang pemikir."Dengan program penggemblengan yang dimiliki STIN, saya yakin di masa datang Indonesia akan memiliki personel intelejen yang moderat dan memiliki kualitas individu yang tak meragukan untuk diterjunkan dalam operasi kontra intelejen," ujarnya.

Apa para mahasiswa itu diajari skill kemiliteran? Syamsir dengan tersenyum mengatakan, "Pertanyaan sampeyan sebenarnya tidak butuh jawaban. Karena sampeyan bisa menjawab sendiri tentang pendadaran yang harus dialami para mahasiswa STIN. Sebab nantinya alumni STIN tugasnya akan lebih berat dari para intel militer. Mereka harus melakukan undercover baik di dalam ataupun luar negeri, sehingga persiapan mental dan lainnya harus matang dong".

Sedangkan Kepala SMA unggulan BPPT Al Fattah, Sunah di waktu terpisah, mengakui, pihak BIN sesungguhnya telah meminta mulai tahun ini dijatah dengan para lulusan terbaiknya. Namun tawaran tersebut masih dikaji lebih dulu, untuk mengirimkan lulusan terbaiknya mulai tahun ini atau tahun 2008 mendatang. Pasalnya sistem pembelajaran di sekolahnya diutamakan ke ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta ketaqwaan. "Alumnus sekolah kami banyak yang terserap di bidang iptek, sehingga apa memungkinkan untuk lulusan tahun ini sedikit dibelokkan ke bidang militer dan politik," katanya.

Tentang tawaran BIN tersebut, diakui, tidak membuatnya kaget. Sebab sebelum ini sekolah yang dipimpinnya itu telah menerima tawaran dari Gubernur Akademi Militer (Akmil) Magelang. Juga, tawaran ikatan pendek penerbangan TNI selama 1,5 tahun dengan ikatan dinas selama 10 tahun. Masing-masing sekolah militer itu juga meminta lulusan sekolahnya yang potensial dan berprestasi, untuk digembleng dan dijadikan sosok perwira Angkatan Darat dan Angkatan Udara untuk mengamankan negara Indonesia. @

0 komentar:

Posting Komentar