Proses produksi percetakan tidak akan dapat Anda hapal diluar kepala ibarat Anda dapat menghapal siklus kehidupan rutin Anda sejak bangun tidur sampai tidur lagi nanti malam. Tahapan ini akan berjalan lancar dengan sendirinya, seiring proses matangnya usaha Anda menekuni bidang ini. Tapi, sebagai langkah awal, Anda dapat menulis di diary kerja bagaimana skema tahapan yang harus dijalankan mulai dari tahap menerima order, menganalisa order, kalkulasi harga, komponen produksi yang diperlukan, proses produksi, quality controlling, packing, delivering, pembayaran, dan after sales service yang baik.
INVESTASI
Mau langsung investasi untuk memulai usaha percetakan ? Berapa biayanya ? JANGAN INVESTASI DULU ! Mengapa demikian ? Memang, sebuah usaha bisnis tanpa investasi adalah hal yang nonsens ! Jika finansial Anda kebetulan cukup untuk memodali usaha ini, sebaiknya ditunda dahulu untuk penginvestasian alat-alat kerja produksinya, terlebih yang cukup menyedot biaya besar. Lebih baik Anda fokus terlebih dahulu mencari peluang-peluang order. Dari order-order yang Anda dapatkan, Anda bisa memperdalam ilmu dan pengalaman Anda soal teknis proses produksi. Boleh saja Anda berinvestasi, tapi utamakan dulu hal-hal yang berguna untuk memperlancar dan memperbanyak networking Anda sebagai pemasok order, seperti pengadaan alat komunikasi (HP, telp. atau fax) dan transportasi (mobil atau motor) yang kelihatan agak layak dimata client Anda. Utamakan fungsi utilitasnya bukan hanya demi gengsi semata dalam hal investasi barang-barang tersebut.
Mau langsung investasi untuk memulai usaha percetakan ? Berapa biayanya ? JANGAN INVESTASI DULU ! Mengapa demikian ? Memang, sebuah usaha bisnis tanpa investasi adalah hal yang nonsens ! Jika finansial Anda kebetulan cukup untuk memodali usaha ini, sebaiknya ditunda dahulu untuk penginvestasian alat-alat kerja produksinya, terlebih yang cukup menyedot biaya besar. Lebih baik Anda fokus terlebih dahulu mencari peluang-peluang order. Dari order-order yang Anda dapatkan, Anda bisa memperdalam ilmu dan pengalaman Anda soal teknis proses produksi. Boleh saja Anda berinvestasi, tapi utamakan dulu hal-hal yang berguna untuk memperlancar dan memperbanyak networking Anda sebagai pemasok order, seperti pengadaan alat komunikasi (HP, telp. atau fax) dan transportasi (mobil atau motor) yang kelihatan agak layak dimata client Anda. Utamakan fungsi utilitasnya bukan hanya demi gengsi semata dalam hal investasi barang-barang tersebut.
Kalau networking Anda sudah dirasa cukup luas dan order semakin
menumpuk, barulah Anda boleh memulai investasi alat-alat produksi,
seperti : – SDM, Komputer, Mesin Cetak, Mesin Potong Kertas, sewa Gedung
/ Ruko tempat usaha, dsb. Sebaiknya lagi, sebelum melakukan investasi
mahal tersebut, coba anda susun program kerja yang lebih realistis
sampai lima tahun ke depan. Buatlah casflow yang menggambarkan proyeksi
aliran modal Anda untuk periode tersebut. Untuk tahun pertama anda
memulai usaha dengan investasi besar, jangan pernah berharap Anda akan
meraih untung besar, mungkin kerugian yang bakal diperoleh! Apalagi 3 – 6
bulan pertama, jangan putus asa melihat angka di pembukuan Anda selalu
minus karena selalu tersedot untuk biaya operasional. Tapi disinilah
ujiannya. Mental Anda sebagai Enterpreneur akan ditempa oleh situasi
seperti ini…..
Jadi, berpikirlah dua kali seribu kali untuk memenuhi hasrat Anda
menginvestasi alat-alat produksi yang berbiaya amat mahal – walaupun
Anda merasa mampu – dan tidak akan jatuh miskin bila mengalami
kebangkrutan. Tidak ada larangan untuk investasi, tapi berfikirlah
positif. Banyak contoh yang bisa dijadikan referensi untuk memulai usaha
/ bisnis percetakan seperti percetakan siman ini tanpa perlu mengeluarkan modal besar.
0 komentar:
Posting Komentar